Kasus Penyiksaan di Bandung, Korban Alami Kerusakan Mata dan Sulit Berbicara

TerkiniJambi
Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR.
Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR.

BANDUNG, – Polda Jawa Barat mengungkap perkembangan penanganan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR. Korban diduga mengalami kekerasan fisik selama kurang lebih tiga tahun yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

Berdasarkan laporan kepolisian, korban diduga mengalami penyiksaan menggunakan tangan, benda tumpul, hingga senjata tajam. Selain menderita luka berat, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat, di antaranya mata tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan, serta mengalami kerugian materil sebesar Rp52 juta,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian.

Baca Juga :  MK Jawab Kritik Soal Putusan Pemilu: DPR Didesak Bergerak, Pemerintah Tunggu Komando Prabowo

Polisi menyebut terduga pelaku bernama Taufik Hidayat, warga Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, yang diketahui berprofesi sebagai penagih utang. Taufik diduga merupakan kekasih korban.

Dokter Forensik Identifikasi Kerusakan Organ Tubuh Korban

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Tim dokter forensik telah melakukan identifikasi terhadap organ-organ tubuh yang mengalami kerusakan untuk mendukung proses penyelidikan.

“[Organ-organ tubuh] yang tidak berfungsi di antaranya adalah mata, kemudian bibir, ada bekas sayatan di kaki. Ini benda tajam. Kemudian ada sundutan rokok dan sebagainya. Tentunya, ini menjadi bukti dari apa yang telah terjadi atau dilakukan tersangka,” kata Rudi.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan 29 Tersangka Aksi Ricuh di Makassar

Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah membentuk tim medis khusus untuk menangani kondisi korban. Tim tersebut terdiri dari sejumlah dokter spesialis, termasuk dokter bedah plastik, dokter spesialis mata, dan dokter spesialis penyakit dalam.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSHS Bandung, Fitra Hergyana, menyebut kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Kondisi pasien saat ini sudah mengalami perbaikan. Alhamdulillah sudah bisa berbicara,” ujar Fitra kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025