Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa kasus tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berpotensi merupakan bagian dari skema yang lebih besar.
Janji Transparansi di Tengah Sorotan Publik
Puspom TNI menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara profesional dan transparan, mengingat besarnya perhatian publik serta sensitifnya kasus yang melibatkan aparat aktif.
“Kami akan bertindak profesional dan transparan dalam proses penyidikan hingga persidangan,” kata Yusri.
Serangan terhadap Aktivis, Ujian Akuntabilitas TNI
Kasus ini bermula dari penyerangan terhadap Andrie Yunus pada 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Korban disiram cairan diduga air keras oleh pelaku yang berboncengan sepeda motor, mengakibatkan luka serius dan harus menjalani perawatan intensif.
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari kalangan masyarakat sipil dan pegiat HAM, yang menilai serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kebebasan sipil.
Keterlibatan prajurit aktif dalam kasus ini menjadi ujian besar bagi institusi TNI dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Publik kini menanti apakah pengusutan akan berhenti pada pelaku lapangan, atau justru mampu mengungkap aktor intelektual di balik serangan yang dinilai brutal tersebut.
Editor Redaksi @terkinijambi.com
