Indeks

Telusuri Jejak Hacker Bank 9 Jambi: Dana Nasabah Mengalir ke Exchange, 11 Wallet Teridentifikasi, Dugaan Keterlibatan Internal Menguat

Pengusutan kasus dugaan peretasan rekening nasabah Bank 9 Jambi memasuki babak baru setelah aliran dana hasil transaksi ilegal berhasil ditelusuri hingga ke platform kripto dan sejumlah wallet penampung.
Pengusutan kasus dugaan peretasan rekening nasabah Bank 9 Jambi memasuki babak baru setelah aliran dana hasil transaksi ilegal berhasil ditelusuri hingga ke platform kripto dan sejumlah wallet penampung.

JAMBI, — Pengusutan kasus dugaan peretasan rekening nasabah Bank 9 Jambi memasuki babak baru setelah aliran dana hasil transaksi ilegal berhasil ditelusuri hingga ke platform kripto dan sejumlah wallet penampung. Dari hasil penelusuran awal, dana nasabah disebut dikirim ke exchange, dibelikan Bitcoin, lalu dipindahkan ke beberapa wallet eksternal yang kini menjadi fokus pelacakan aparat dan otoritas keuangan.

Sumber yang terlibat dalam proses penelusuran transaksi menyebutkan, dana yang keluar dari rekening nasabah lebih dulu dikirim ke platform exchange, kemudian dikonversi menjadi aset kripto sebelum dipindahkan ke wallet penampung.

“Alurnya jelas, dari rekening Bank 9 dikirim ke exchange, dibelikan Bitcoin, lalu dipindahkan ke wallet eksternal. Data awal ada 9 wallet yang teridentifikasi dari pihak exchange, kemudian setelah diperiksa OJK bertambah lagi 2 wallet. Jadi total ada 11 wallet yang harus dilacak,” ujar sumber yang mengetahui proses investigasi, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, 9 wallet awal berasal dari data yang diperoleh dari platform Tokocrypto, sementara tambahan 2 wallet ditemukan setelah pemeriksaan lanjutan oleh otoritas keuangan.

“Dari 45 akun yang dipakai untuk transaksi, dana mengalir ke 9 wallet utama. Setelah dicek lagi oleh OJK, ditemukan tambahan wallet baru. Data itulah yang kemudian diserahkan untuk ditelusuri lebih lanjut,” katanya.

6.609 Transaksi dalam Hitungan Jam

Hal lain yang menjadi sorotan adalah jumlah transaksi yang sangat besar dalam waktu singkat. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 6.609 transaksi keluar yang terjadi dalam rentang waktu dini hari hingga siang hari.

“Transaksi mulai sekitar pukul 02.37 dini hari sampai pagi, lalu berlanjut sampai sekitar jam 13.00. Polanya berulang dan sistematis,” ungkap sumber tersebut.

Yang menjadi pertanyaan, kata dia, proses pendataan transaksi di internal bank justru dilakukan secara manual.

“Jumlah transaksi ribuan, tapi pendataan dilakukan manual. Harusnya sistem otomatis ada untuk rekap. Ini yang jadi tanda tanya, kenapa data lambat keluar,” ujarnya.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025

Exit mobile version