ISPU Muaro Jambi Hari Ini 314, Polusi Udara Masuk Kategori Berbahaya

TerkiniJambi
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipantau pada Minggu, 24 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 314 dan masuk kategori berbahaya.
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipantau pada Minggu, 24 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 314 dan masuk kategori berbahaya.

SENGETI, – Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dipantau pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, angka ISPU tercatat mencapai 314 dan masuk kategori berbahaya.

Dalam data tersebut, parameter pencemar paling dominan adalah PM2.5 dengan nilai 314. Kondisi ini menunjukkan tingkat kualitas udara yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan yang cepat.

Baca Juga :  Nazman Effendi Dorong Sinergi PAUD: Langkah Nyata Menuju Generasi Emas Muaro Jambi

Selain indeks kualitas udara, hasil pemantauan juga mencatat kelembapan udara berada di angka 42,41 persen, tekanan udara 1.009 mBar, serta suhu mencapai 36 derajat Celsius.

Grafik pemantauan menunjukkan parameter PM10 berada pada angka 194 atau kategori tidak sehat. Sementara parameter lainnya tercatat lebih rendah, di antaranya SO2 sebesar 0, CO sebesar 0, O3 sebesar 5, NO2 sebesar 2, dan HC sebesar 0.

Baca Juga :  Tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2024 Akhirnya Disetujui!

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk polusi udara, terutama kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi pencemaran udara masih berada pada tingkat berbahaya.

 

 

Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025