Sarolangun, — Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Muaro Jambi, Novi Astrianti, menghadiri pembukaan Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pusako Kabupaten Sarolangun, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun ini berlangsung di Taman Mini Melayu Jambi, tepatnya di Anjungan Rumah Adat Sarolangun, kawasan Eks Arena MTQ. Event budaya ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 April hingga 2 Mei 2026.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Al Haris, serta turut dihadiri Hurmin dan Wakil Bupati Gerry Trisatwika.
Ajang ini menjadi wadah promosi seni, adat istiadat, dan potensi pariwisata Sarolangun. Selain sebagai upaya pelestarian budaya lokal, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan tradisional serta bazar UMKM yang menampilkan produk unggulan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Novi Astrianti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Pekan Budaya ini memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap budaya lokal semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama dibuka dengan penampilan lagu daerah, Tari Beras Kunyit, Tari Joget, Tari Gunjing, hingga parade batik khas Sarolangun.
Memasuki hari kedua, Jumat (1/5/2026), acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik tradisional, tari Melangun, serta bazar UMKM.
Sementara pada hari ketiga, Sabtu (2/5/2026), penutupan akan dimeriahkan dengan lagu daerah, pantun bersahut, sendratari Timbang Bakati, serta kembali menghadirkan bazar UMKM.
Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival budaya, melainkan juga sarana strategis untuk mempromosikan potensi daerah.
“Ini ruang promosi potensi daerah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” tegasnya.
Melalui Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pusako, budaya khas Sarolangun diharapkan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat Provinsi Jambi, tetapi juga secara nasional. Event ini pun diproyeksikan menjadi salah satu agenda
budaya terbesar di Jambi sepanjang tahun 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.





