Selain itu, ia menilai perempuan memiliki berbagai kemampuan yang sangat relevan dengan tugas-tugas di parlemen. Kemampuan mengelola banyak pekerjaan sekaligus, membangun komunikasi, menyelesaikan konflik, hingga mengatur keuangan keluarga merupakan modal sosial yang dapat diterapkan dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Di hadapan para peserta, Ade Erma juga mendorong para pelajar untuk tidak takut menghadapi stigma maupun pandangan negatif terhadap perempuan yang terjun ke dunia politik.
Menurutnya, sejarah telah membuktikan banyak tokoh perempuan Indonesia yang berhasil memberikan kontribusi besar bagi bangsa melalui keberanian mereka memperjuangkan perubahan.
“Perempuan harus percaya diri dan berani tampil. Politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menghadirkan keadilan,” tegasnya.
Menutup materinya, Ade Erma mengajak para pelajar perempuan untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini dengan aktif berorganisasi, memperluas wawasan, memahami persoalan daerah, serta melatih kemampuan berbicara di depan publik.
Ia berharap generasi muda perempuan tidak hanya menjadi pemilih dalam setiap pesta demokrasi, tetapi juga berani menjadi pemimpin dan pengambil keputusan di masa depan.
“Mulailah dari keberanian. Aktif di organisasi, belajar memahami persoalan masyarakat, dan jangan takut mencoba. Perempuan Jambi harus berani tampil dan mengambil peran dalam menentukan masa depan daerah maupun bangsa,” pungkasnya.
Editor Redaksi @terkinijambi.com





