Dalam pernyataan resminya, KontraS menyebut korban mengalami luka serius akibat siraman cairan keras dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas hingga ke dalang di balik serangan.
KontraS menegaskan penyiraman air keras merupakan kekerasan berat yang mengancam keselamatan pembela HAM dan tidak boleh dibiarkan tanpa pengungkapan pelaku.
Polisi Imbau Publik Tidak Percaya Informasi di Medsos
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial terkait identitas pelaku.
Penyidik menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya berasal dari hasil penyelidikan kepolisian.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi usai korban menghadiri kegiatan diskusi dan diserang oleh orang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang di kawasan Jakarta Pusat. Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami kemungkinan adanya lebih dari satu orang yang terlibat.
Editor Redaksi @terkinijambi.com





