JAMBI , – Pseko Adat Melayu Jambi Kabupaten Muaro Jambi menerima penghargaan sebagai Kelompok Belajar Adat Melayu Jambi pada peringatan Hari Adat Melayu Jambi ke-748 yang digelar di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi, Ririn Novianty, S.E. Piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jambi, dalam rangkaian peringatan Hari Adat Melayu Jambi yang tahun ini bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri, Teguh Menjaga Maruah”, peringatan Hari Adat Melayu Jambi menjadi momentum memperkuat nilai-nilai budaya dan adat istiadat Melayu di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Provinsi Jambi, jajaran pengurus LAM Provinsi Jambi, para Ketua LAM kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, perwakilan LAM Pusat, serta unsur perbankan dan lembaga keuangan di Provinsi Jambi.
Bupati Muaro Jambi, , menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Pseko Adat Melayu Jambi Kabupaten Muaro Jambi. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus melestarikan adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat Jambi.
“Selamat Hari Adat Melayu Jambi. Semoga peringatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi upaya bersama dalam menjaga sejarah, merawat nilai-nilai adat, dan memperkuat marwah Melayu Jambi di tengah perubahan zaman,” ujar Bupati.
Sementara itu, Ketua Umum , atau yang akrab disapa HBA, menegaskan bahwa adat Melayu tidak boleh dipahami hanya sebatas simbol budaya semata.
Menurut HBA, adat harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berbicara, bermusyawarah, memimpin, hingga menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.





