Perundingan damai ini dilaporkan dimediasi oleh Pakistan. Beberapa sumber diplomatik Barat menyebut penandatanganan resmi berpotensi dilakukan dalam waktu dekat dengan Jenewa, Swiss, sebagai lokasi yang paling memungkinkan.
Meski proses diplomasi menunjukkan perkembangan positif, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil. Laporan terbaru menyebut militer Amerika Serikat masih melakukan operasi pertahanan dengan menembak jatuh sejumlah drone yang dianggap mengancam jalur pelayaran komersial di sekitar Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memastikan lalu lintas pelayaran internasional tetap berjalan dan kawasan perairan strategis tersebut berada dalam pengawasan ketat.
Kabar mendekatnya perdamaian langsung mendapat respons positif dari pasar global. Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan karena kekhawatiran gangguan pasokan energi mulai mereda. Bursa saham di berbagai negara juga menguat seiring meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Namun demikian, Israel menegaskan tidak menjadi bagian dari kesepakatan tersebut. Pemerintah Israel menyatakan tetap mempertahankan hak untuk mengambil langkah militer apabila menilai terdapat ancaman terhadap keamanan nasionalnya.
Jika perjanjian ini berhasil ditandatangani dan dijalankan sesuai kesepakatan, maka konflik yang selama beberapa bulan terakhir memicu gejolak geopolitik dan ekonomi dunia berpotensi memasuki babak baru menuju penyelesaian diplomatik.
Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com
