Kesaksian Ketua RT Ungkap Detik-Detik Penggerebekan Dosen di Jambi, Sempat Tak Mau Keluar Kamar

TerkiniJambi
Penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Teguh membenarkan bahwa peristiwa itu bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga ke lokasi indekos.
Penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Teguh membenarkan bahwa peristiwa itu bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga ke lokasi indekos.

DK kemudian menghubungi rekannya yang disebut bernama Yoli untuk menemaninya. Saat berada di indekos, tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu dengan keras.

“Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot tersebut yang nyari-nyari saya itu. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut, ya kan. Langsung saya berdua Bang Yoli bilang, ‘Bang, kita sembunyi,’ sembunyilah kami di dalam kamar mandi,” jelasnya.

Istri Laporkan Dugaan Perzinaan ke Polisi

Kasus ini berlanjut ke ranah hukum setelah istri DK melaporkan dugaan perzinaan ke pihak kepolisian. Selain itu, laporan juga mencakup dugaan penelantaran anak.

Baca Juga :  Jejak Direktur Perumda TSB yang Dipersoalkan: Dari Sorotan Media ke Gugatan Hukum

Kuasa hukum istri DK, Romiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendampingi pelapor hingga proses pelaporan selesai di kantor polisi.

“Laporannya, (Pasal) 411 KUHP (dugaan perzinaan) juncto Pasal 77 (dugaan penelantaran anak), pelantaran anak juga. Kami sebagai kuasa hukum mendampingi di sana sampai jam 3 pagi,” ungkapnya.

Menurutnya, penggerebekan dilakukan setelah pihak keluarga mengikuti pergerakan DK yang beberapa hari terakhir jarang pulang ke rumah.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Oknum Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Tokoh Masyarakat Desak Sanksi Tegas

Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat.

Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025