Viral Kapal Gamsunoro Diisi Kru India, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

TerkiniJambi
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan kapal tanker Gamsunoro diduga diisi oleh kru asal India.
Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan kapal tanker Gamsunoro diduga diisi oleh kru asal India.

TERKINIJAMBI.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan kapal tanker Gamsunoro diduga diisi oleh kru asal India. Rekaman percakapan radio dalam video tersebut menyebutkan bahwa awak kapal bukan warga negara Indonesia (WNI), sehingga memicu berbagai spekulasi publik.

Menanggapi polemik tersebut, pihak PT Pertamina International Shipping (PIS) akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam keterangan resminya, PIS menegaskan bahwa kapal Gamsunoro saat ini tidak sepenuhnya dioperasikan langsung oleh Pertamina, melainkan tengah disewakan kepada pihak ketiga.

“Dalam skema charter, pihak penyewa memiliki kewenangan dalam pengoperasian kapal, termasuk penentuan awak kapal sesuai dengan standar dan regulasi internasional,” ujar perwakilan PIS dalam keterangan tertulisnya.

Skema Charter dalam Industri Pelayaran

PIS menjelaskan bahwa praktik penyewaan kapal merupakan hal yang lazim dalam industri pelayaran global. Skema ini memberikan fleksibilitas operasional sekaligus memperluas jangkauan bisnis di berbagai rute internasional.

Baca Juga :  Bobibos Diproduksi di Timor Leste, Alarm Serius bagi Hilirisasi Energi Nasional

Lebih lanjut, Pertamina menegaskan bahwa komposisi awak kapal di armada mereka secara keseluruhan masih didominasi oleh tenaga kerja Indonesia.

Berdasarkan data internal, sekitar 94 persen awak kapal merupakan WNI, sementara sisanya merupakan tenaga kerja asing yang direkrut sesuai kebutuhan operasional global.

“Perlu dipahami bahwa kasus pada kapal Gamsunoro tidak mencerminkan keseluruhan kebijakan ketenagakerjaan di lingkungan Pertamina,” tegasnya.

Beroperasi di Jalur Internasional Strategis

Di sisi lain, kapal Gamsunoro diketahui tengah beroperasi di jalur strategis internasional, termasuk kawasan Selat Hormuz yang menjadi sorotan akibat dinamika geopolitik.

Baca Juga :  Pemprov Jambi dan Hiswana Migas Dukung Pembenahan Distribusi Gas Elpiji

Kondisi tersebut turut memengaruhi pola operasional dan manajemen pelayaran, termasuk penggunaan awak kapal dalam mendukung aktivitas distribusi energi global.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam spekulasi di tengah masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman bahwa operasional industri pelayaran internasional memiliki mekanisme serta standar tersendiri.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025