Kenapa Calon Perangkat Desa di Pati Rela Bayar Rp250 Juta hingga Rp1 Miliar?

TerkiniJambi
Fenomena calon perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah demi mendapatkan jabatan, kembali menyita perhatian publik.
Fenomena calon perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah demi mendapatkan jabatan, kembali menyita perhatian publik.

Sejumlah kalangan menilai, praktik semacam ini berpotensi melanggengkan ketimpangan dan membuka ruang penyalahgunaan kewenangan di tingkat desa, terutama dalam pengelolaan aset dan anggaran.

Perlu Pengawasan dan Transparansi Rekrutmen
Kasus di Pati ini menjadi cermin bahwa proses rekrutmen perangkat desa masih rawan disalahgunakan. Tanpa pengawasan ketat dan transparansi, jabatan publik berpotensi berubah menjadi komoditas ekonomi.

Baca Juga :  Sidang Tipikor Pekanbaru, Abdul Wahid Klaim Tak Ada Pelanggaran Hukum dalam Kasusnya

Publik kini menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan seleksi perangkat desa benar-benar berjalan sesuai aturan, bebas dari praktik jual beli jabatan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Pemerintahan Desa Maro Sebo Lakukan Kegiatan Penyuluhan Anti Narkoba dengan Tema "Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Narkoba"

Editor Redaksi @terkinijambi.com
Sumber Dok radarpati

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025