Ekspor 36 Ton Pinang dari Jambi ke Bangladesh, Wabup Muaro Jambi Hadiri Pelepasan di Talang Duku

TerkiniJambi
Photo Junaidi Mahir Wakil Bupati hadiri Pelepasan Perdana Ekspor Pinang ke Bangladesh di Pelabuhan Talang Duku Kabupaten Muaro Jambi.( Photo Dok Diskominfo ).
Photo Junaidi Mahir Wakil Bupati hadiri Pelepasan Perdana Ekspor Pinang ke Bangladesh di Pelabuhan Talang Duku Kabupaten Muaro Jambi.( Photo Dok Diskominfo ).

SENGETI — Provinsi Jambi kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu produsen pinang terbesar di Indonesia. Sebanyak 36 ton pinang resmi dilepas menuju Bangladesh melalui Pelabuhan Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, dengan nilai ekspor setara Rp1,3 miliar.

Momentum ekspor ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, yang menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kekuatan ekonomi riil masyarakat Jambi yang bergerak melalui sektor pertanian.

Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada perusahaan eksportir, instansi pelaksana, dan stakeholder terkait. Ini bukti bahwa Jambi mampu bersaing di pasar global serta memperkuat posisi komoditas daerah di tingkat internasional,” ujar Wabup Jun Mahir dalam sambutannya.

Provinsi Jambi, khususnya wilayah pesisir timur, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil pinang. Infrastruktur perdagangan, jaringan eksportir, hingga pelaku usaha lokal telah membentuk ekosistem yang kuat untuk menopang aktivitas perdagangan global.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Madina Raya di Muaro Pijoan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor pada Agustus 2025 meningkat 12,76% dibandingkan periode sebelumnya, dari US$171,32 juta menjadi US$193,18 juta. Peningkatan tersebut disokong oleh ekspor sektor kopi, rempah-rempah, kayu olahan, minyak dan gas, serta pinang dari sektor pertanian.

Baca Juga :  Muaro Jambi Siap Jadi Tuan Rumah Sekolah Rakyat Permanen, Wakil Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Lokasi

Kontribusi ekspor Jambi pada Agustus 2025 masih didominasi pertambangan sebesar 48,13%, industri 44,46%, dan pertanian 7,41%. Dari sektor pertanian, pinang sendiri memberikan kontribusi sebesar 5,34% dari keseluruhan ekspor.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Jambi Sudirman menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah produk pertanian.

Kegiatan ekspor ini bukan sekadar rutinitas pelepasan komoditas, tetapi harus menjadi upaya kolektif untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan BPPSDMP Kementan RI, Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP, turut menggarisbawahi besarnya peluang pasar internasional untuk komoditas pinang.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025