Di sisi lain, stigma terhadap masalah kesehatan mental masih kuat. Banyak keluarga yang menutup-nutupi atau menolak pengobatan karena takut label sosial. Efeknya: pasien baru datang pada titik ketika kondisi sudah parah, sehingga proses pemulihan menjadi lebih sulit.
Apa yang dibutuhkan?
- Perluasan kapasitas layanan rawat jalan dan dukungan komunitas agar antrean berkurang.
- Program khusus yang menarget perempuan muda: konseling keluarga, dukungan ekonomi, dan jalur rujukan yang aman dan terjangkau.
- Kampanye pengurangan stigma yang melibatkan tokoh lokal dan pemimpin komunitas.
- Perbaikan akses — termasuk solusi transportasi dan aturan yang memungkinkan perempuan mendapatkan layanan tanpa hambatan tambahan.
Aktivis kemanusiaan dan pekerja layanan kesehatan memperingatkan: tanpa intervensi cepat dan terstruktur, gelombang masalah kesehatan mental akan terus meluas, menghasilkan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang bagi komunitas yang sudah rentan.
“Kami melihat lebih banyak pasien setiap hari dibandingkan beberapa tahun lalu. Banyak dari mereka perempuan muda yang membayar mahal akibat tekanan ekonomi dan masalah keluarga. Mereka butuh layanan yang mudah diakses dan perlindungan sosial,”
— Dr. Abdul Wali Utmanzai, psikiater senior
Catatan redaksi: Nama-nama seperti Mariam dan Habiba digunakan untuk mewakili pengalaman banyak perempuan yang menghadapi hambatan akses layanan kesehatan mental.
redaksi@terkinijambi.com”>redaksi@terkinijambi.com.
