Bareskrim Bongkar Kampung Narkoba di Samarinda, Ada “Sniper” yang Awasi Pendatang

TerkiniJambi
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 13 tersangka. Salah satunya Firnandes alias Nando yang disebut berperan sebagai bandar narkoba di Gang Langgar.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 13 tersangka. Salah satunya Firnandes alias Nando yang disebut berperan sebagai bandar narkoba di Gang Langgar.

JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap praktik peredaran narkoba terorganisir di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan adanya pengawas yang disebut sebagai “sniper” untuk memantau aktivitas orang yang masuk ke lokasi penjualan narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan para pengawas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengawasi pergerakan pendatang dan memberikan kode kepada jaringan di dalam lokasi.

“Tersangka yang berperan sebagai sniper (pengawas) berada di depan minimarket akan memberikan kode ‘masuk masuk’ menggunakan tangan secara tersirat,” kata Eko dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Menurut Eko, para sniper tersebut saling terhubung menggunakan handy talky (HT) guna menyampaikan informasi terkait aktivitas transaksi narkoba di kawasan Gang Langgar.

“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F,” ujarnya.

Polisi juga mengungkap adanya aturan ketat bagi pembeli yang hendak masuk ke lokasi transaksi narkoba.

“Kemudian pada perempatan gang Blok F Gang Langgar, sniper mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” tambah Eko.

Setelah masuk ke lokasi penjualan, pembeli disebut dapat memperoleh satu klip kecil sabu seharga Rp150 ribu.

Baca Juga :  Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia, Ini Jadwal Lengkapnya

Berdasarkan hasil penyelidikan, loket penjualan narkoba di Gang Langgar disebut telah beroperasi selama empat tahun dengan jumlah transaksi mencapai 1.000 hingga 1.200 klip kecil per hari.

“Loket penjualan narkoba di Gang Langgar sudah beroperasi selama 4 tahun. Penjualan narkoba per hari mencapai 1.000-1.200 klip kecil dengan harga Rp150.000 per klip kecil,” ucap Eko.

Dari pengungkapan tersebut, penyidik menilai praktik peredaran narkoba di kawasan itu berjalan secara terstruktur dan terorganisasi.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025