Kesaksian Ketua RT Ungkap Detik-Detik Penggerebekan Dosen di Jambi, Sempat Tak Mau Keluar Kamar

TerkiniJambi
Penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Teguh membenarkan bahwa peristiwa itu bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga ke lokasi indekos.
Penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Teguh membenarkan bahwa peristiwa itu bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga ke lokasi indekos.

JAMBI – Peristiwa penggerebekan seorang dosen berinisial DK di Kota Jambi terus menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Ketua RT setempat, Teguh Hariyanto, mengungkap kronologi kejadian tersebut yang berlangsung di sebuah indekos di kawasan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura.

Penggerebekan terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Teguh membenarkan bahwa peristiwa itu bermula dari kecurigaan istri DK yang kemudian menelusuri keberadaan suaminya hingga ke lokasi indekos.

“Jadi karena tidak mau gegabah, kebetulan ibu ini tadi membawa pengacaranya juga sekalian. Maka, akhirnya kita lakukan penggerebekan,” ujar Teguh, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, saat tiba di lokasi, istri DK menemukan mobil serta sepatu milik suaminya berada di depan indekos. Namun, DK disebut tidak segera keluar dari kamar meski sudah diminta.

“Tapi karena kebetulan yang bersangkutan juga tidak mau keluar dari kamarnya, akhirnya melibatkan pihak Polsek,” ungkapnya.

Diduga Tidak Sendirian di Dalam Kamar

Saat penggerebekan berlangsung, DK diketahui berada di dalam kamar bersama seorang perempuan. Bahkan, menurut keterangan Ketua RT, terdapat seorang pria lain yang juga berada di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit di Jambi Periode 16–22 Januari 2026 Naik Signifikan

Pria tersebut sempat mengaku sebagai anggota TNI. Namun setelah dikonfirmasi oleh Babinsa, yang bersangkutan disebut telah tidak aktif lagi dari kesatuannya.

“Setelah ditanya sama Babinsa, ternyata dia TNI yang desersi atau dipecatlah gitu dari kesatuannya. Kalau kasusnya apa kita tidak tahu,” kata Teguh.

Klarifikasi DK: Mengaku Bertiga di Dalam Kamar

Menanggapi kejadian tersebut, DK memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak berada hanya berdua dengan seorang perempuan di dalam kamar indekos saat penggerebekan berlangsung.

“Artinya saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga,” ungkap DK.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, dirinya sempat menemani perempuan tersebut ke sebuah toko kecantikan. Setelah itu, terjadi persoalan terkait utang-piutang dengan pihak lain yang membuat situasi memanas.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025