IDAI Imbau Orang Tua Waspadai Virus Nipah, Jangan Biarkan Anak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

TerkiniJambi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua dan pengasuh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah ( Gambar Animasi Redaksi ).
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua dan pengasuh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah ( Gambar Animasi Redaksi ).

JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau para orang tua dan pengasuh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah, khususnya dengan mengawasi kebiasaan makan anak-anak agar tidak mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, menjelaskan bahwa kebiasaan anak memungut dan memakan buah yang sudah tergigit kelelawar berisiko tinggi jika hewan tersebut membawa virus Nipah. Menurutnya, anak-anak kerap mengambil buah yang jatuh atau telah tergigit karena alasan praktis, seperti enggan memanjat pohon.

“Padahal air liur hewan liar, termasuk kelelawar, berpotensi mengandung virus yang berbahaya bagi manusia,” ujar dr. Piprim.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan virus ini diketahui dapat terjadi melalui kontak dengan kelelawar buah, babi, maupun hewan ternak lainnya. Tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah tergolong sangat tinggi, mencapai sekitar 75 persen.

Baca Juga :  Noel Ebenezer Bantah Ditangkap OTT KPK: “Kalau Tangkap Tangan, Mana Barang Buktinya?”

IDAI juga menekankan bahwa hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah. Gejala awal infeksi kerap menyerupai penyakit virus pada umumnya, seperti demam dan nyeri tubuh. Namun, apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi radang otak serta gangguan serius pada sistem saraf dan kekebalan tubuh.

Baca Juga :  Plh Kapolres Bima Kota Diprotes Usai Muncul Riwayat Narkoba, Mabes Polri Beri Penjelasan

Sebagai langkah pencegahan, dr. Piprim mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Orang tua juga diimbau untuk mengenali gejala awal penyakit dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila menunjukkan tanda-tanda sakit.

Meski demikian, IDAI mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan dalam menyikapi informasi terkait virus Nipah. Kewaspadaan tetap diperlukan sebagai bentuk perlindungan terhadap keluarga, terutama anak-anak.

Sebagai catatan, virus Nipah telah teridentifikasi secara alami pada populasi kelelawar buah di Indonesia. Namun hingga saat ini, belum ditemukan laporan kasus penularan virus Nipah pada manusia di Tanah Air.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025