JAMBI, – Maraknya peredaran tautan asing dengan alamat tidak dikenal di media sosial maupun aplikasi pesan instan kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah tautan mengatasnamakan berita tertentu, namun saat dibuka justru tidak menampilkan informasi yang jelas atau bahkan tidak dapat diakses.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. Pakar keamanan digital menyebutkan, tautan dengan struktur acak dan domain yang tidak familiar kerap digunakan untuk menyebarkan hoaks, penipuan daring, hingga pencurian data pribadi.
Ciri-Ciri Tautan dan Pemberitaan yang Patut Diwaspadai
Masyarakat diimbau untuk mengenali beberapa tanda umum dari tautan atau pemberitaan yang berpotensi menyesatkan. Di antaranya adalah penggunaan alamat situs yang tidak dikenal luas, judul sensasional tanpa isi yang dapat diverifikasi, serta ketiadaan identitas redaksi maupun sumber resmi.
Selain itu, situs yang tidak dapat diakses kembali atau menampilkan pesan kesalahan saat dibuka juga patut dicurigai. Hal ini sering terjadi pada tautan yang sengaja dibuat sementara untuk menjebak pengguna internet.
Contoh Modus yang Sering Beredar di Masyarakat
Salah satu contoh yang kerap muncul menjelang momen tertentu adalah pesan berantai atau tautan yang mengatasnamakan undian berhadiah Tahun Baru 2026 dari PT PLN (Persero). Pesan tersebut biasanya berisi klaim bahwa penerima terpilih sebagai pemenang hadiah, lalu diarahkan untuk mengklik tautan tertentu.
Dalam pesan semacam ini, pelaku sering meminta korban mengisi data pribadi, nomor identitas, atau informasi perbankan dengan dalih proses verifikasi hadiah. Padahal, informasi resmi dari BUMN seperti PLN umumnya hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi, bukan melalui tautan acak atau pesan pribadi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap undian berhadiah yang tidak diumumkan secara terbuka dan tidak disertai penjelasan resmi dari institusi terkait.





