Panen Raya Jagung di Desa Sakean: Produksi Turun 60,6% — Bupati Janji Dukungan dan Langkah Perbaikan

TerkiniJambi
Panen Raya Tematik Jagung Hebrida di Desa Sakean, Kamis (4/12/2025). Foto: Dokumentasi Pemkab Muaro Jambi
Panen Raya Tematik Jagung Hebrida di Desa Sakean, Kamis (4/12/2025). Foto: Dokumentasi Pemkab Muaro Jambi

SENGETI,— Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, hadir dan membuka acara Panen Raya Tematik Jagung Hebrida yang digelar oleh Bumdes Sakean Sejahtera di Desa Sakean, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian produksi jagung daerah dan merumuskan strategi perbaikan menuju ketahanan pangan desa.

Dalam pidatonya, Bupati Bambang menyampaikan data yang mengkhawatirkan: produksi jagung Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2024 tercatat 521 ton, mengalami penurunan sebesar 60,6% dibandingkan tahun 2023. Angka ini mendorong pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi penyebab turunannya — mulai dari masalah musim, ketersediaan benih unggul, hingga praktik budidaya dan akses pasar.

Bupati memberikan apresiasi kepada sejumlah aktor yang turut mendorong upaya peningkatan produksi, antara lain institusi Polri, khususnya jajaran Polres Muaro Jambi, yang aktif menginisiasi strategi percepatan tanam. Ia juga memuji peran Bumdes Sakean dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menguatkan ketahanan pangan.

“Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi siap mendukung penuh dengan setiap inisiatif desa yang berpihak pada kepentingan rakyat,” — Dr. Bambang Bayu Suseno, Bupati Muaro Jambi.

Sebagai bentuk dukungan praktis, pada kesempatan itu Bupati menyerahkan 1 unit alat pemipil jagung kepada kelompok tani Desa Sakean untuk membantu proses pascapanen dan meningkatkan efisiensi produksi lokal.

Baca Juga :  TP PKK Muaro Jambi Hadiri Puncak HKG PKK ke-53 dan Rakernas X di Samarinda

Penurunan produksi sebesar 60,6% memerlukan kajian cepat. Beberapa faktor yang perlu ditelusuri segera antara lain:

  • Faktor iklim/musim — apakah ada kemarau/banjir yang mengganggu masa tanam?
  • Ketersediaan input — benih unggul, pupuk, dan alat mesin pertanian yang memadai.
  • Teknis budidaya — penerapan pola tanam, pengendalian hama/penyakit, dan praktik tanam modern.
  • Akses pasar dan harga — kepastian pembelian hasil panen dan rantai pasok yang efisien.
Baca Juga :  Wakil Bupati Serahkan Bonus Kafilah MTQ, Target Juara Umum Saat Jadi Tuan Rumah 2025

Untuk merespons cepat, rekomendasi kebijakan yang bisa dijalankan Pemkab antara lain:

  1. Program bantuan benih unggul dan pupuk bersubsidi terarah ke zona produksi prioritas.
  2. Skema contract farming bersama offtaker atau koperasi untuk memastikan pasar dan harga panen.
  3. Peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan pelatihan teknis bagi kelompok tani.
  4. Perluasan alat mekanis pascapanen (seperti mesin pemipil) agar kerugian paska panen berkurang.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025