SINGAPURA — Sebuah paket yang berisi potongan daging yang pada pandangan pertama terlihat seperti daging babi dikirim ke Masjid Al-Istiqamah di kawasan Serangoon pada Rabu sore (24/9). Penemuan paket tersebut memicu evakuasi sementara, kecemasan komunitas Muslim setempat, dan penyelidikan intensif oleh aparat keamanan Singapura.
Pihak masjid melaporkan paket mencurigakan sekitar pukul 17.20 waktu setempat. Singapore Civil Defence Force (SCDF) dan polisi dikerahkan; tim HazMat memeriksa paket dan tidak menemukan bahan peledak atau zat berbahaya, namun paket itu terbukti berisi satu potong daging yang “appears to be pork”. Sebagai langkah pencegahan, pengurus masjid sempat mengevakuasi sebagian jemaah.
Polisi menangkap seorang pria berusia 61 tahun pada hari Kamis (25/9) sehubungan dengan kejadian ini. Berdasarkan berkas perkara yang diajukan ke pengadilan, tersangka — diidentifikasi sebagai Bill Tan Keng Hwee — didakwa dengan tuduhan deliberately intending to wound racial feelings (secara sengaja melukai perasaan rasial), setelah ditemukan bahwa paket tersebut disertai catatan yang provokatif. Penyidik juga menyatakan sementara bahwa tersangka diduga terlibat dalam sejumlah insiden serupa di beberapa masjid lain yang kini sedang diselidiki.
Pernyataan resmi pemerintah dan kepolisian
Koordinator Menteri Keamanan Nasional dan Menteri Urusan Dalam Negeri, K. Shanmugam, mengecam tindakan ini dan memperingatkan bahwa mengirim barang yang sensitif ke tempat ibadah adalah “playing with fire” dalam konteks masyarakat multietnis. Ia menyebut pengiriman daging ke masjid sebagai tindakan yang “obviously inflammatory” dan menegaskan bahwa pemerintah Singapura memiliki “zero tolerance” terhadap usaha-usaha yang dapat mengganggu kerukunan rasial dan beragama.
Dalam rilis singkatnya, kepolisian menyatakan telah membuka penyelidikan kriminal untuk menentukan motif pengiriman paket, apakah terdapat unsur rasial atau agama, serta apakah ada pelaku lain yang terlibat. Polisi juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum diverifikasi demi mencegah ketegangan yang tidak perlu.





