Gambar Suasana pasca banjir Bali ( photo : Istimewa)
Denpasar, -Banjir besar setelah hujan deras yang melanda Bali sejak Selasa malam (9/9) hingga Rabu pagi (10/9/2025) menyebabkan kerusakan luas dan sejumlah korban jiwa. Sejumlah akses utama lumpuh, puluhan rumah dan fasilitas publik terendam, dan operasi evakuasi masih berlangsung. Data awal dan laporan media nasional serta internasional menunjukkan korban tewas di beberapa titik di Pulau Dewata dan wilayah sekitarnya.
Ringkasan
- Jumlah korban: laporan awal menyebutkan beberapa korban tewas (angka pelaporan berbeda antar lembaga).
- Wilayah terdampak: Denpasar (termasuk kawasan Kumbasari/Tukad Badung), Jembrana, Badung, Gianyar, Karangasem dan wilayah lain di Bali.
- Respon darurat: ratusan petugas SAR/BPBD dikerahkan, posko darurat didirikan, dan sebagian akses ke Bandara internasional dilaporkan hanya bisa dilalui kendaraan berat.
- Penyebab cuaca: hujan ekstrem dalam periode singkat; BMKG melaporkan curah hujan tinggi dan potensi hujan berlanjut beberapa hari.
Evakuasi dan kondisi lapangan
Tim SAR dan BPBD bekerja keras mengevakuasi warga terdampak. Rekaman video dari beberapa titik menunjukkan kendaraan hanyut, bangunan rusak, dan warga berteduh di atap rumah. Akses jalan utama mengalami kemacetan dan beberapa titik terputus akibat material longsor. Menurut laporan internasional, sekitar 200 personel penyelamat dikerahkan untuk operasi darurat.
I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wali Kota Denpasar:
“Yang jelas kita akan bahas status darurat bencana karena dasar kita untuk mengeluarkan anggaran darurat kebencanaan untuk menanggulangi korban-korban. Prioritas sekarang penyelamatan dan evakuasi warga yang terkena dampak.”
Gubernur Bali (Wayan Koster) / Pemda Provinsi Bali:
“Pemprov segera mengalokasikan dana tak terduga (BTT) untuk membantu korban dan mendukung operasi tanggap darurat di Denpasar. Pemerintah provinsi akan mendukung koordinasi logistik bersama kabupaten/kota.”





