Indeks

Kasus ISPA di Muaro Jambi Masih Dipantau, Dinkes Tunggu Laporan Terbaru Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Dr. Aang Hambali
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Dr. Aang Hambali

SENGETI,– Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terjadi di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Dr. Aang Hambali, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu pembaruan data dari seluruh Puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

“Untuk data terbaru ISPA, kita masih menunggu laporan dari Puskesmas se-Kabupaten Muaro Jambi sampai pukul 15.00 WIB hari ini,” ujar Aang.

Berdasarkan Situation Report Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi yang diperbarui pada 2 September 2026, sebanyak 23 Puskesmas telah melaporkan hasil surveilans kesehatan selama periode pemantauan 10 Agustus hingga 2 September 2026.

Dalam laporan tersebut tercatat 1.598 kasus penyakit yang terpantau. Dari jumlah itu, kasus ISPA menjadi yang paling dominan dengan 1.401 kasus atau 87,7 persen.
Selain ISPA, terdapat 169 kasus diare atau 10,6 persen, serta 28 kasus conjunctivitis atau 1,8 persen.

Rata-rata kasus yang terpantau dalam periode tersebut mencapai sekitar 51,55 kasus per hari.

Lima Puskesmas dengan Kasus Tertinggi
Data sementara Dinas Kesehatan Muaro Jambi juga menunjukkan terdapat lima Puskesmas dengan jumlah kasus penyakit tertinggi.

Puskesmas Tanjung tercatat sebanyak 287 kasus, disusul Puskesmas Sengeti 147 kasus, Petaling 119 kasus, Kebon IX 117 kasus, dan Penyengat Olak 89 kasus.

Secara keseluruhan, lima Puskesmas tersebut menyumbang 759 kasus atau sekitar 47,5 persen dari total kasus yang terpantau.

Khusus kasus ISPA, Dinas Kesehatan mencatat sejumlah wilayah dengan angka kasus yang cukup tinggi, sehingga pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui sistem surveilans Puskesmas.

Kualitas Udara Juga Menjadi Perhatian
Selain perkembangan penyakit, Dinas Kesehatan Muaro Jambi turut memantau kondisi kualitas udara akibat dampak karhutla.

Dalam laporan periode 10 Agustus hingga 2 September 2026, ISPU tertinggi tercatat mencapai 312 pada 25 Agustus 2026, yang masuk kategori berbahaya. Sementara angka ISPU terbaru yang tercatat pada 2 September 2026 berada di angka 151, masih dalam kategori tidak sehat.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025

Exit mobile version