JAMBI, – Sebuah dokumen internal milik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jambi menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Surat tersebut berisi pemberitahuan terkait pelaksanaan Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Provinsi Jambi Tahun 2026.
Dokumen bernomor 046.SI/DPW-NasDem/Jambi/VII/2026 yang diterbitkan pada 30 Juli 2026 itu ditujukan kepada Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, serta Ketua dan Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten/Kota.
Pelantikan dan Rakerwil Digelar 8 Agustus 2026
Berdasarkan isi surat, agenda pelantikan dan Rakerwil dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Ratu Convention Center Jambi.
Peserta kegiatan terdiri dari pengurus aktif DPW dan DPD Partai NasDem, meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu), serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK).
Panitia turut menyiapkan fasilitas berupa banner bagi anggota fraksi serta penginapan untuk peserta. Setiap DPD direncanakan memperoleh alokasi tiga kamar hotel. Adapun lokasi penginapan masih bersifat tentatif, yakni antara Hotel Aston Jambi atau Swiss-Belhotel Jambi.
Ketentuan Kontribusi Peserta Tercantum dalam Surat
Selain informasi kegiatan, surat tersebut juga memuat ketentuan kontribusi untuk mendukung pelaksanaan pelantikan dan Rakerwil.
Disebutkan bahwa setiap DPD Partai NasDem Kabupaten/Kota diminta memberikan kontribusi sebesar Rp20.000.000. Sementara itu, setiap anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten/Kota tercantum memberikan kontribusi sebesar Rp2.500.000.
Dalam surat tersebut dijelaskan, kontribusi disetorkan melalui rekening Bank BRI atas nama Partai NasDem Provinsi Jambi paling lambat 5 Agustus 2026, kemudian dilakukan konfirmasi kepada Sekretaris OC.
Dokumen Menjadi Perbincangan di Media Sosial
Surat ini mulai ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh salah satu akun Facebook @pesertaAnonim dan di share ke salah satu Group Facebook @MuaroJambiTerkini Dalam unggahan tersebut, isi dokumen dikaitkan dengan slogan “politik tanpa mahar”.





