Sapi Merah Diklaim Lahir di Israel, Kembali Picu Perdebatan soal Al-Aqsa

TerkiniJambi
Orang Yahudi menonton sapi Merah yang ditempatkan di Shilo
Orang Yahudi menonton sapi Merah yang ditempatkan di Shilo

Tel Aviv, – Kelahiran seekor sapi merah di wilayah Galilea, Israel utara, kembali memicu perhatian sejumlah kalangan keagamaan dan pengamat Timur Tengah. Sapi tersebut diklaim memenuhi kriteria yang disebutkan dalam tradisi Taurat untuk pelaksanaan ritual penyucian dalam ajaran Yahudi.

Informasi itu diumumkan oleh Temple Institute atau Institut Bait Suci, sebuah organisasi yang selama puluhan tahun aktif melakukan penelitian terkait tradisi dan ritual keagamaan Yahudi.

Menurut laporan yang beredar, sapi merah tersebut lahir di sebuah peternakan sapi perah di Galilea dan dianggap memiliki karakteristik yang sesuai dengan ketentuan keagamaan tertentu. Kelahiran sapi itu disebut sebagai peristiwa penting oleh sebagian kelompok Yahudi yang meyakini ritual penyucian menggunakan abu sapi merah merupakan salah satu syarat dalam tradisi keagamaan mereka.

Baca Juga :  Buronan 10 Tahun Kasus Korupsi Dana PNPM Pedesaan Ditangkap di Lampung Tengah

Pakar urusan Yerusalem dan mantan Kepala Hubungan Media Masjid Al-Aqsa, Abdullah Ma’ruf, menyebut pengumuman tersebut mendapat perhatian karena sapi yang lahir di wilayah yang dianggap sebagai “Tanah Israel” oleh kalangan tertentu dinilai lebih memenuhi syarat dibanding sapi merah yang sebelumnya didatangkan dari Texas, Amerika Serikat.

Dalam tradisi Yahudi kuno, ritual penyucian menggunakan abu sapi merah berasal dari Kitab Bilangan pasal 19. Abu sapi yang telah dikorbankan dicampur dengan air dan digunakan dalam ritual penyucian dari kenajisan akibat kematian.

Baca Juga :  Netanyahu Perumit Syarat Gencatan Senjata: Israel Tetap Ingin Kuasai Gaza

Namun demikian, sejumlah sejarawan dan pengamat agama menilai keberadaan sapi merah tidak otomatis berkaitan dengan perubahan status tempat-tempat suci di Yerusalem. Perdebatan mengenai hubungan ritual tersebut dengan kompleks Masjid Al-Aqsa dan Temple Mount masih menjadi isu sensitif yang memunculkan berbagai pandangan di kalangan agama maupun politik.

Sejak 1986, Temple Institute diketahui menjalankan program pencarian sapi merah yang dianggap memenuhi persyaratan keagamaan yang sangat ketat. Beberapa kali organisasi itu mengumumkan telah menemukan sapi yang sesuai, namun pada akhirnya dinyatakan tidak memenuhi seluruh kriteria setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025