Sapi Merah Diklaim Lahir di Israel, Kembali Picu Perdebatan soal Al-Aqsa

TerkiniJambi
Orang Yahudi menonton sapi Merah yang ditempatkan di Shilo
Orang Yahudi menonton sapi Merah yang ditempatkan di Shilo

Dalam ketentuan tradisi tersebut, sapi merah harus memiliki warna yang seragam, tidak cacat, belum pernah digunakan untuk bekerja, tidak pernah melahirkan, serta memenuhi sejumlah persyaratan lainnya.

Karena ketatnya syarat yang harus dipenuhi, ritual ini tercatat sangat jarang dilakukan dalam sejarah Yahudi. Sejumlah sumber menyebut ritual penyucian menggunakan sapi merah hanya berlangsung beberapa kali sepanjang sejarah dan terakhir kali dilakukan hampir dua ribu tahun lalu.

Baca Juga :  Ketegangan Geopolitik Memuncak: Setelah Serangan Israel ke Doha, Negara-Negara Teluk Aktifkan Mekanisme Pertahanan Ala NATO

Kelahiran sapi merah terbaru ini pun kembali menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi politik dan keagamaan di kawasan Yerusalem dan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca Juga :  Misteri Dana BOK Muaro Jambi: “Lupa Massal” Pejabat Dinkes, Arogansi atau Skandal Sistemik?

 

 

Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025