Rupiah Tembus Rp18.134 per Dolar AS, Cadangan Devisa Terkuras Rp197 Triliun, Alarm Ekonomi Indonesia Makin Keras

TerkiniJambi
Gambar Ilustrasi Rupiah melemah hingga Rp18.134 per dolar AS.
Gambar Ilustrasi Rupiah melemah hingga Rp18.134 per dolar AS.

Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah indikator keuangan yang menunjukkan tekanan cukup kuat, di antaranya:

  • Rupiah melemah hingga Rp18.134 per dolar AS.
  • IHSG turun ke level 5.342.
  • Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik menjadi 7,14 persen.
  • Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun meningkat ke 148,61 basis poin.

Kenaikan CDS umumnya dipandang sebagai sinyal meningkatnya persepsi risiko investor terhadap kondisi perekonomian suatu negara.

Bank Indonesia: Cadangan Devisa Masih Sangat Memadai

Meski pasar menunjukkan kewaspadaan tinggi, Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada dalam kategori aman.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut cadangan devisa sebesar 144,9 miliar dolar AS masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Baca Juga :  Gerald Vanenburg Masukkan Tujuh Pemain Baru Saat Indonesia Siap Sambut Kualifikasi Piala Asia U‑23

Menurut BI, jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut juga jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan impor.

“Ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap kuat dengan dukungan cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran modal asing yang masih terbuka,” kata Ramdan dalam keterangan resminya.

Tantangan ke Depan

Sejumlah ekonom memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut apabila sentimen global belum membaik dan pemerintah belum mampu memberikan sinyal kuat terkait pengelolaan fiskal serta arah kebijakan ekonomi jangka menengah.

Baca Juga :  Bupati Bambang Bayu Suseno Sabet Penghargaan ETPD Terbaik pada Gentala Arasi Award 2025

Pasar kini menunggu langkah konkret pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah, memperkuat kepercayaan investor, serta memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan rupiah yang telah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan cadangan devisa yang terus menyusut, perkembangan beberapa bulan ke depan akan menjadi ujian penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025