Beberapa barang yang ditemukan di lokasi antara lain bahan baku industri, blender, matras, karet hingga kulit.
Purbaya mengungkapkan jumlah kontainer yang menumpuk sebelumnya sempat mencapai sekitar 3.200 unit. Saat ini jumlah tersebut mulai berkurang menjadi sekitar 2.500 unit.
Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang hanya berkisar 500 unit kontainer.
“Kita harus siapin, enggak boleh barangnya menumpuk seperti ini. Jadi kita maintain di level yang normal,” tegasnya.
Pemerintah berharap berbagai langkah pembenahan yang sedang disiapkan dapat mempercepat arus barang di pelabuhan sekaligus menjaga kelancaran rantai logistik nasional.
Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com
