SENGETI, – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menerima kunjungan kerja delegasi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam rangka mempererat hubungan bilateral sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis di daerah.
Delegasi tersebut disambut langsung oleh Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), didampingi Sekretaris Daerah Budhi Hartono serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Bupati Muaro Jambi, Kamis (25/6/2026).
Rombongan dipimpin Konsul Jenderal RRT, Huang He, bersama Wakil Konsul Jiang Jiawen (Jessica), Wakil Konsul Duan Qiujiong, serta Konsul Muda Liu Zihan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok, sekaligus memperkenalkan berbagai kebijakan terbaru Pemerintah Tiongkok dalam kerangka kerja sama internasional dengan Indonesia.
Dalam pemaparannya, Huang He menyampaikan bahwa hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan yang positif. Melalui pertemuan tersebut, pihaknya berharap dapat membuka ruang dialog yang lebih luas guna mengidentifikasi berbagai potensi kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Pembahasan dalam pertemuan itu berfokus pada tiga sektor utama yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama.
Pada sektor ekonomi, kedua belah pihak membahas peluang investasi dan kemitraan perdagangan yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Sementara di sektor pariwisata, diskusi diarahkan pada pengembangan destinasi wisata serta promosi potensi daerah kepada wisatawan mancanegara.
Selain itu, pelestarian cagar budaya juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian, penelitian, serta promosi warisan sejarah yang dimiliki Kabupaten Muaro Jambi.
Bupati Bambang Bayu Suseno menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Konsulat Jenderal RRT terhadap potensi daerah yang dimiliki Muaro Jambi.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, kata dia, siap menindaklanjuti berbagai poin pembahasan yang muncul dalam pertemuan tersebut. Terlebih, daerah ini memiliki potensi besar di sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi yang terbuka untuk dikembangkan melalui kolaborasi internasional.
