Ketua DPRD Muaro Jambi Soroti Anak Putus Sekolah, Aidi Hatta: Satu Anak Tertinggal Adalah Masalah Serius

TerkiniJambi
Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., menyoroti masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Muaro Jambi.
Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., menyoroti masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Muaro Jambi.

SENGETI, – Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., menyoroti masih adanya anak-anak yang putus sekolah di Kabupaten Muaro Jambi. Meski jumlahnya relatif kecil dibanding total peserta didik yang ada, persoalan tersebut dinilai tidak boleh dianggap sebagai sekadar angka statistik dalam laporan pendidikan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2024–2025, tercatat sebanyak 36 siswa jenjang SD dan SMP tidak melanjutkan pendidikan. Dari jumlah tersebut, 24 siswa berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 12 siswa dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menanggapi kondisi tersebut, Aidi Hatta menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memiliki target yang lebih tinggi dalam sektor pendidikan, yakni memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan.

Baca Juga :  Aidi Hatta Ketua DPRD Muaro Jambi: Qurban Adalah Ibadah Keikhlasan, Bukan Sekadar Ritual

“Target kita seharusnya nol anak putus sekolah. Satu anak saja yang kehilangan akses pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Aidi.

DPRD Minta Akar Masalah Diselesaikan

Menurut Aidi, persoalan anak putus sekolah tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat jumlah kasus yang terjadi. Pemerintah harus mampu mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan anak-anak berhenti belajar.

Ia mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Muaro Jambi telah memanggil dinas terkait guna membahas persoalan tersebut serta mencari langkah-langkah konkret untuk mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke dunia pendidikan.

“Persoalan ini tidak bisa dilihat dari jumlahnya saja. Kita harus memahami alasan di balik mereka berhenti sekolah dan memastikan penyebabnya benar-benar ditangani,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Muaro Jambi Panggil Kadis PMD dan Inspektorat

Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab anak putus sekolah. Selain persoalan ekonomi keluarga yang memaksa anak membantu mencari nafkah, rendahnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga masih menjadi tantangan.

Di samping itu, faktor lingkungan sekolah seperti dugaan perundungan (bullying), kurangnya motivasi belajar, hingga kondisi sosial tertentu turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko anak meninggalkan bangku pendidikan.

Dukung Program Pengembalian Anak ke Sekolah

Aidi mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi yang telah menyiapkan berbagai program untuk menjangkau kembali anak-anak yang putus sekolah.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025