Pemerintah Siapkan Langkah Stabilkan Harga Sawit
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menstabilkan harga sawit nasional dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Salah satu poin penting yang disepakati yakni pemerintah memastikan kebijakan ekspor satu pintu tidak akan merugikan petani maupun pelaku usaha sawit.
PT DSI ditegaskan hanya berfungsi sebagai agregator dan pengelola tata niaga ekspor, bukan pihak yang mengambil keuntungan tambahan dari transaksi ekspor sawit.
Selain itu, seluruh PKS diminta segera menyesuaikan kembali harga pembelian TBS berdasarkan harga referensi Crude Palm Oil (CPO) dan kondisi pasar yang sebenarnya.
Pemerintah juga meminta perusahaan tidak melakukan penurunan harga secara sepihak yang dapat merugikan petani sawit.
Dalam hasil rapat tersebut, pemerintah bersama Satgas Pangan Polri juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan tata niaga sawit.
Satgas Pangan disebut akan turun langsung ke lapangan untuk memantau kemungkinan adanya permainan harga maupun penahanan pembelian TBS oleh pihak tertentu.
Pemerintah turut menetapkan masa transisi implementasi kebijakan ekspor satu pintu mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Selama masa transisi berlangsung, mekanisme ekspor sawit tetap berjalan normal sambil dilakukan evaluasi teknis dan penyempurnaan regulasi agar tidak menimbulkan gejolak baru di lapangan.
Pemerintah juga membuka ruang dialog lanjutan bersama asosiasi petani, perusahaan sawit, dan eksportir guna memastikan kebijakan yang diterapkan tetap menjaga stabilitas harga serta keberlangsungan usaha petani.
Sementara itu, Satgas Pangan Polri menegaskan siap melakukan penegakan hukum apabila ditemukan praktik kartel, penimbunan, maupun permainan harga yang merugikan petani sawit.
Pemerintah berharap hasil rapat koordinasi tersebut mampu meredam kepanikan pasar sehingga harga TBS sawit di tingkat petani dapat kembali stabil dalam waktu dekat.
Editor Redaksi @terkinijambi.com Sumber KementanRI.go.id





