Ahmad Murni juga menyebut jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Desa Bukit Baling, Tanjung Katung, hingga Lubuk Raman yang setiap hari ramai dilalui kendaraan.
“Jalur ini ramai dilewati masyarakat. Saya sendiri sering lewat sini. Jadi wajar kalau warga resah dengan kondisi sampah yang dibiarkan menumpuk,” katanya.
Ia turut mengingatkan potensi risiko keselamatan akibat sampah yang sudah meluber ke badan jalan.
“Sampah yang masuk ke badan jalan bisa bikin pengendara kaget. Takutnya masyarakat yang lewat nabrak bak sampah, bisa menyebabkan kecelakaan,” tutupnya.
Editor Redaksi @terkinijambi.com





