Jambi, – Hari kiamat merupakan hari yang sangat dahsyat bagi seluruh manusia. Pada hari itu seluruh umat manusia dibangkitkan dari kubur, lalu dikumpulkan di padang mahsyar untuk menjalani hisab. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa matahari akan didekatkan, manusia berkeringat sesuai dengan amal perbuatannya. Ada yang berkeringat sampai mata kaki, ada yang sampai lutut, bahkan ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri karena beratnya pertanggungjawaban.
Dalam keadaan penuh ketakutan tersebut, setiap manusia sangat membutuhkan syafaat atau pertolongan. Amal yang dilakukan di dunia menjadi penentu keselamatan di akhirat. Di antara amalan yang memiliki kedudukan sangat istimewa dan dapat memberi syafaat adalah puasa dan membaca Al-Qur’an.
Hadis tentang Puasa dan Al-Qur’an Memberi Syafaat
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
يَقُولُ الصِّيَامُ: أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ
وَيَقُولُ الْقُرْآنُ: مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ
قَالَ: فَيُشَفَّعَانِ
Artinya: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat.
Puasa berkata: Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.
Al-Qur’an berkata: Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.
Maka keduanya diberi izin untuk memberi syafaat.”
(HR. Ahmad no. 6337)
Gambaran di Hari Kiamat
Para ulama menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada manusia yang merasa sangat takut ketika amalnya ditimbang. Ada yang amal kebaikannya sedikit, sementara dosa yang dilakukan cukup banyak. Dalam kondisi itulah amal-amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan datang membela.
Puasa seakan berbicara di hadapan Allah:
يَا رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ فِي الدُّنْيَا، فَشَفِّعْنِي فِيهِ
“Wahai Rabbku, dahulu aku menahannya dari makanan dan hawa nafsu di dunia, maka izinkan aku memberi syafaat kepadanya.”
