Indeks

Kepala Desa Banjarnegara Viral Ungkap 5 Tanda Dana Desa Diduga Disalahgunakan, Warganet Heboh

Hoho Alkaf Kades Banjarnegara viral Ungkap Pengunaan Dana Desa yang menyimpang dan terindikasi Korupsi dalam unggahan di media sosial ( dok Redaksi/Ist ).
Hoho Alkaf Kades Banjarnegara viral Ungkap Pengunaan Dana Desa yang menyimpang dan terindikasi Korupsi dalam unggahan di media sosial ( dok Redaksi/Ist ).

Banjarnegara, Jawa Tengah — Sosok Kepala Desa yang tengah viral di media sosial kembali menarik perhatian publik setelah mengungkapkan lima tanda yang menurutnya bisa menjadi indikator kuat bahwa dana desa tidak dikelola secara benar, bahkan berpotensi disalahgunakan. Pernyataan ini lantas memicu reaksi luas dari netizen dan pegiat pemerintahan desa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba, melalui konten edukatif di platform video pendek yang kemudian menyebar cepat di dunia maya. Dalam video itu, Hoho menekankan pentingnya transparansi dan keterlibatan publik dalam pengawasan anggaran yang bersumber dari APBDes.

“Masyarakat desa punya hak untuk tahu dan awasi penggunaan Dana Desa. Kalau ada penyelewengan, itu harus segera diperiksa lebih jauh,” ujar Hoho dalam unggahannya. 0

5 Indikator yang Patut Diwaspadai

  1. Rapat dan musyawarah hanya formalitas

    Hoho menyatakan bahwa jika rapat desa hanya seremonial dan hasilnya tidak disosialisasikan secara terbuka, peluang manipulasi anggaran semakin besar.

  2. Penyertaan modal BUMDes besar tanpa aktivitas nyata

    Alokasi modal besar ke BUMDes tetapi tidak diikuti oleh aktivitas usaha yang jelas bisa menjadi pertanda pengelolaan yang meragukan.

  3. Proyek tanpa papan informasi publik

    Hoho menekankan pentingnya papan proyek yang mencantumkan detail anggaran, pelaksana dan waktu. Tanpa itu, publik sulit mengawasi progres nyata.

  4. BPD yang tidak aktif mengawasi

    Sebagai lembaga pengawasan internal desa, BPD seharusnya kritis. Sikap pasif dari BPD disebut Hoho sebagai sinyal bahaya.

  5. Program kerja tertunda meskipun anggaran cair

    Ketika anggaran sudah dicairkan namun program belum juga berjalan, Hoho mempertanyakan keberadaan dana tersebut.

Pernyataan Hoho ini dikomentari beragam oleh pengguna internet. Sebagian warganet menyampaikan dukungan karena melihat upaya kepala desa tersebut sebagai bentuk keberanian dan kejelasan dalam membongkar masalah tata kelola anggaran di tingkat desa. Ada pula yang menilai pernyataan ini membuka ruang dialog lebih luas tentang pentingnya pengawasan masyarakat dalam penggunaan dana desa agar benar-benar tepat sasaran.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025

Exit mobile version