Israel Akui Jatuhkan 153 Ton Bom di Gaza Saat Gencatan Senjata

TerkiniJambi
Gambar Ilustrasi Benyamin Netanyahu Saat Sidang Parlemen Negara di Israel ( photo Arsip Redaksi/Ist)
Gambar Ilustrasi Benyamin Netanyahu Saat Sidang Parlemen Negara di Israel ( photo Arsip Redaksi/Ist)

TerkiniJambi.Com, -Para pemangku kebijakan di Jalur Gaza dikejutkan oleh pengakuan resmi dari pemerintah Israel, yang menyatakan bahwa mereka telah menjatuhkan sekitar 153 ton bom di wilayah tersebut meskipun sedang berlangsung gencatan senjata. Pengakuan ini disampaikan oleh Benjamin Netanyahu dalam sidang parlemen negara itu pada 20 Oktober, yang kemudian memicu kecaman internasional sekaligus kekhawatiran akan memburuknya situasi kemanusiaan.

Menurut pernyataan resmi pemerintah Israel, serangan tersebut ditujukan sebagai tanggapan atas kematian dua anggota militer Israel di kawasan selatan Gaza.

“Selama gencatan senjata, dua tentara gugur… Kami menyerang mereka dengan 153 ton bom dan menargetkan puluhan lokasi di seluruh Jalur Gaza,” ujar Netanyahu.

Pemerintah Israel mengklaim bahwa insiden tersebut menjadi pemicu dilanjutkannya operasi militer sebelum kondisi benar-benar tenang. Namun di pihak lain, pihak Hamas membantah telah melakukan penembakan terhadap tentara Israel dan mengingatkan bahwa perjanjian gencatan senjata harus dihormati oleh semua pihak.

Baca Juga :  Netanyahu Perumit Syarat Gencatan Senjata: Israel Tetap Ingin Kuasai Gaza

Dampak dan Reaksi Internasional

Badan kesehatan Gaza yang dikontrol Hamas melaporkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku, setidaknya 97 warga Palestina tewas dan lebih dari 230 lainnya luka-luka akibat pelanggaran gencatan senjata yang didokumentasikan.
Prancis melalui Menteri Luar Negeri Jean‑Noël Barrot menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian dan mendesak agar gencatan senjata dipatuhi serta bantuan kemanusiaan segera disalurkan.

Gencatan senjata yang saat ini berlaku digagas oleh pihak Amerika Serikat dan mencakup rencana bertahap untuk pembebasan sandera serta tahanan, dan rekonstruksi Gaza. Namun pernyataan Netanyahu menunjukkan sinyal bahwa Israel belum akan menghentikan operasi militer hingga sasaran strategisnya tercapai. Keputusan ini dikhawatirkan akan melemahkan kepercayaan antar pihak dan menunda proses pemulihan.

Baca Juga :  Iran Ragukan Gencatan Senjata, Siapkan Skenario Militer Hadapi Israel

Dalam waktu dekat, sorotan kini tertuju pada apakah gencatan senjata ini akan tetap berlaku atau justru memasuki babak baru konflik terbuka. Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza dan peran mediator internasional akan menjadi kunci dalam menentukan arah selanjutnya. Penyisihan langkah diplomatik dari negara-negara Eropa serta potensi intervensi lembaga internasional meningkatkan tekanan terhadap semua pihak agar kembali ke meja pembicaraan.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025