Jambi, – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi pada periode 10–16 Oktober 2025 tercatat turun tipis dan menunjukkan kecenderungan stagnasi. Penetapan harga yang dilakukan tim penetapan harga provinsi menunjukkan pergeseran kecil pada beberapa golongan umur tanaman, tetapi secara umum pergerakan masih relatif datar.
Ringkasan Perubahan
Untuk kelompok umur 10–20 tahun, harga TBS ditetapkan mengalami penurunan sekitar Rp 11 per kg, sehingga menjadi Rp 3.648,47/kg. Pergerakan serupa — turun tipis atau nyaris stagnan — juga tercatat pada beberapa golongan umur lainnya.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman
| Umur Tanaman | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| 3 tahun | 2.834,18 |
| 4 tahun | 3.040,38 |
| 5 tahun | 3.179,16 |
| 6 tahun | 3.311,14 |
| 7 tahun | 3.394,52 |
| 8 tahun | 3.467,97 |
| 9 tahun | 3.535,45 |
| 10–20 tahun | 3.648,47 |
| 21–24 tahun | 3.541,50 |
| 25 tahun | 3.384,17 |
Data: Penetapan harga oleh tim Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.
Harga Minyak dan Kernel
Untuk periode ini, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp 14.379,01/kg, sementara harga kernel berada di angka Rp 13.525,22/kg dengan indeks K sebesar 94,52%.
Analisis Singkat
Penurunan Rp 11/kg pada kelompok umur 10–20 tahun tergolong kecil dan mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil. Faktor-faktor yang biasanya mempengaruhi ketergerakan harga antara lain fluktuasi harga CPO global, biaya angkut, ketersediaan buah di tingkat pabrik, dan kebijakan biodiesel/domestik yang memengaruhi permintaan. Petani dan koperasi biasanya merasakan dampak kecil pada pendapatan harian ketika perubahan harga semacam ini bersifat marginal.
Catatan: Harga di lapangan dapat bervariasi akibat potongan, kualitas buah, jarak angkut, dan kebijakan kebun/pabrik. Rujukan data adalah penetapan resmi dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.





