Produksi Dihentikan, Prioritas pada Keselamatan
Pada 17 September lalu, Menteri Bahlil kembali menegaskan bahwa seluruh kegiatan produksi Freeport dihentikan sampai proses pencarian dan evakuasi korban dinyatakan tuntas.
“Cuaca di sana ekstrem, dan posisinya di area bawah tanah. Semua kekuatan kami fokuskan untuk penanganan korban, bukan produksi,” ujar Bahlil saat itu.
Pihak Kementerian ESDM juga memastikan komunikasi intens dilakukan dengan manajemen Freeport untuk memantau perkembangan di lapangan.
Menunggu Hasil Audit, Operasi Belum Bisa Dilanjutkan
Hingga kini, hasil audit resmi belum diumumkan ke publik. Pemerintah menegaskan bahwa izin operasional baru bisa diberikan setelah seluruh rekomendasi teknis dan keselamatan terpenuhi.
“Keselamatan kerja adalah prioritas utama. Kami tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun. Setelah audit tuntas dan semua syarat mitigasi dipenuhi, baru akan dibahas izin operasi kembali,” tutup Bahlil.
Laporan: Redaksi Terkinijambi.com
Sumber referensi: Kementerian ESDM, Antara, dan pernyataan resmi PT Freeport Indonesia.





