Senat AS Sebut Secret Service Lalai dalam Insiden Penembakan Trump, Ini Rinciannya

TerkiniJambi

Direktur Secret Service saat kejadian, Kimberly Cheatle, mengundurkan diri tak lama setelahnya. Posisi kini dijabat oleh Sean Curran, yang berjanji melakukan reformasi internal secara menyeluruh.

Pengakuan Petugas SWAT

Salah satu petugas SWAT lokal, Aaron Zaliponi, diakui sebagai orang yang kemungkinan menghentikan pelaku lebih awal sebelum sniper resmi menembaknya.

“Saya hanya bertindak berdasarkan insting dan pelatihan,” ungkap Zaliponi kepada media setempat.

Langkah Perbaikan Keamanan Nasional

Menindaklanjuti laporan ini, pemerintah federal telah memerintahkan pembaruan prosedur pengamanan kampanye politik, termasuk penggunaan teknologi anti-drone, peningkatan pemantauan visual lokasi acara, serta penempatan personel berpengalaman dalam posisi krusial.

Baca Juga :  Baru Bebas, Eks Sekretaris MA Nurhadi Ditangkap Lagi oleh KPK atas Dugaan Pencucian Uang

Hingga kini, Donald Trump sendiri belum memberikan komentar langsung atas laporan Senat ini. Namun dalam beberapa unggahan di platform sosial medianya, ia sempat mengungkapkan rasa syukur dan menyebut bahwa “Tuhan masih memberinya waktu.”

Baca Juga :  Kepala BPKAD Muaro Jambi Alias SH MH Dampingi Bupati BBS Teken MoU Strategis dengan Universitas Jambi

Laporan ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan resmi dari Gedung Putih dan Kongres AS.


Editor: Redaksi Terkinijambi.com

Foto unggulan: Gedung Capitol Hill Washington DC (dok. istimewa)

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025