Kapolri Tegaskan: Wartawan Tak Bisa Dijerat UU ITE, Kebebasan Pers Harus Dijaga

TerkiniJambi

FGD ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara kepolisian, jurnalis, dan masyarakat sipil dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat. Peserta diskusi sepakat bahwa perlindungan terhadap wartawan bukan hanya soal hukum, tapi juga menyangkut penghormatan terhadap nilai-nilai kebebasan berpendapat dan hak publik atas informasi.

Wartawan Dilindungi UU Pers

Sebagai informasi, wartawan yang menjalankan profesinya sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers tidak dapat dipidana menggunakan UU ITE. Dalam hal terjadi sengketa pemberitaan, mekanisme penyelesaiannya mengacu pada prosedur Dewan Pers, bukan proses pidana.

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU Polri, Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Picu Sorotan Jelang Pemilu 2029

Jika seseorang merasa dirugikan akibat pemberitaan, maka ia memiliki hak jawab dan hak koreksi. Sementara itu, tindakan menghalang-halangi kerja jurnalistik justru dapat dipidana, dengan ancaman hukuman dua tahun penjara atau denda hingga Rp500 juta, sebagaimana diatur dalam UU Pers.

Baca Juga :  Tolak Kapitalisme dan Sosialisme, Prabowo Tegaskan Ekonomi Indonesia Pilih Jalan Tengah

Dengan komitmen dari aparat kepolisian seperti ini, diharapkan tidak ada lagi kasus kriminalisasi terhadap wartawan yang hanya menjalankan tugas profesi sesuai amanat konstitusi.


(Redaksi | terkinijambi.com)

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025