Fenomena “Gas Tertawa” Viral di Media Sosial, Pakar Ingatkan Risiko Kesehatan Serius

TerkiniJambi
Fenomena penggunaan yang dikenal dengan istilah “gas tertawa” belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. (Dok Tangkapan Layar Redaksi).
Fenomena penggunaan yang dikenal dengan istilah “gas tertawa” belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. (Dok Tangkapan Layar Redaksi).

JakartaFenomena penggunaan yang dikenal dengan istilah “gas tertawa” belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial Indonesia. Istilah tersebut merujuk pada nitrous oxide (N₂O), gas yang sejatinya digunakan secara legal di dunia medis dan industri kuliner, namun kini disalahgunakan untuk mencari sensasi euforia ringan.

Perbincangan publik mencuat setelah beredarnya isu terkait meninggalnya seorang figur publik yang dikaitkan dengan penggunaan gas tersebut. Hal ini memicu diskusi luas di berbagai platform daring mengenai apa itu gas tertawa, efek yang ditimbulkan, serta potensi risikonya bagi kesehatan.

Apa Itu Gas Tertawa?

Nitrous oxide atau gas tertawa merupakan senyawa gas yang memiliki dua fungsi utama dalam penggunaan resmi, yakni:

  • Bidang medis, sebagai anestesi ringan untuk membantu meredakan rasa nyeri dalam prosedur tertentu.
  • Industri makanan, khususnya sebagai gas pendorong pada tabung krim kocok (whipped cream).
Baca Juga :  MK Putuskan Pimpinan Organisasi Advokat Wajib Nonaktif Jika Jadi Menteri atau Wamen

Meski penggunaannya legal dan relatif aman jika sesuai prosedur, nitrous oxide berpotensi menimbulkan dampak serius apabila disalahgunakan di luar konteks medis maupun kuliner, terutama bila dihirup secara langsung untuk mendapatkan efek euforia.

Bukan Narkotika, Namun Tetap Berbahaya

Sejumlah pakar kesehatan publik menegaskan bahwa nitrous oxide tidak termasuk dalam kategori narkotika sebagaimana sabu, ganja, atau opiat. Namun demikian, penyalahgunaan gas ini tetap memiliki risiko kesehatan yang signifikan.

Baca Juga :  Raja Ampat Raih Status Ganda UNESCO: Dari UNESCO Global Geopark ke Cagar Biosfer Dunia

“N₂O bukan narkotika dan dijual bebas untuk kebutuhan kuliner atau medis. Namun bila digunakan tanpa pengawasan dan tidak sesuai peruntukannya, hal tersebut dapat melanggar aturan kesehatan serta berdampak negatif,” ujar seorang pakar sebagaimana dikutip dari sejumlah sumber.

Risiko dan Dampak Kesehatan

Menurut penjelasan medis, menghirup nitrous oxide secara langsung dan dalam dosis yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, antara lain:

  • Kekurangan oksigen pada otak dan tubuh yang berisiko menyebabkan pusing, gangguan koordinasi, hingga kehilangan kesadaran.
  • Efek neurologis seperti kesemutan dan gangguan keseimbangan.
  • Risiko kerusakan saraf akibat defisiensi vitamin B12 jika terpapar secara berulang tanpa pengawasan medis.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025