“Adat harus hidup dalam perilaku, dalam cara bertutur, dalam cara memimpin, dalam cara bermusyawarah, dan dalam cara menyelesaikan masalah,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penetapan 1 Muharram sebagai Hari Adat Melayu Jambi memiliki makna yang mendalam.
Selain menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tanggal tersebut juga merepresentasikan perjalanan panjang peradaban Melayu Jambi yang terus bertahan, berkembang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Menurut HBA, adat Melayu Jambi merupakan sistem nilai yang mengajarkan kesantunan, kejujuran, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, ketaatan terhadap agama, serta tanggung jawab menjaga negeri.
Peringatan Hari Adat Melayu Jambi ke-748 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup dan relevan di tengah tantangan modernisasi.
Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com
