Karena itu, penguatan perlindungan konsumen dan peningkatan tata kelola industri fintech menjadi fokus penting dalam pengawasan sektor jasa keuangan digital.
Di sisi lain, layanan pembiayaan berbasis cicilan digital atau buy now pay later (BNPL/paylater) juga masih mencatat pertumbuhan yang signifikan. Nilai pembiayaan paylater tercatat mencapai Rp12,59 triliun dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 53 persen.
Meski menunjukkan perkembangan positif, kualitas pembiayaan pada sektor paylater juga menjadi perhatian karena rasio pembiayaan bermasalah tercatat mengalami kenaikan, meskipun masih dalam batas yang terkendali.
Para pengamat ekonomi menilai meningkatnya kredit macet pinjaman online harus menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Kemudahan memperoleh dana dalam waktu singkat tidak boleh mengabaikan kemampuan membayar kembali pinjaman.
Risiko gagal bayar tidak hanya memengaruhi kondisi keuangan pribadi, tetapi juga dapat berdampak pada rekam jejak kredit dan akses terhadap pembiayaan di masa mendatang.
Pertumbuhan pesat industri pinjaman online menunjukkan semakin besarnya peran pembiayaan digital dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, peningkatan rasio kredit macet menjadi sinyal bahwa ekspansi industri harus diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat, literasi keuangan yang memadai, serta kedisiplinan masyarakat dalam mengelola utang.
Jika tidak diantisipasi sejak dini, lonjakan gagal bayar berpotensi menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan industri fintech nasional dan stabilitas sektor keuangan secara keseluruhan.
Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com
