BEREDAR DAFTAR 26 NAMA PEJABAT dan POLITISI di Kasus BGN, Ini Fakta yang Berhasil Diungkap Kejagung

TerkiniJambi
Sony memilih menjadi Justice Collaborator karena tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dalam perkara yang disebut melibatkan banyak aktor.
Sony memilih menjadi Justice Collaborator karena tidak ingin menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dalam perkara yang disebut melibatkan banyak aktor.

Penyidik juga menemukan dugaan pengadaan barang yang tidak relevan dengan kebutuhan program MBG, antara lain:

  1. 21.801 unit motor listrik
  2. 32.000 pasang sepatu
  3. lebih dari 31.000 tablet
  4. 5.400 televisi berukuran 75 inci

Nilai pengadaan tersebut disebut mencapai triliunan rupiah dan diduga sarat praktik mark up serta konflik kepentingan.

Nama-Nama yang Beredar Belum Tentu Terlibat
Pengamat hukum mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pihak yang namanya beredar otomatis terlibat tindak pidana korupsi.

Dalam proses hukum, penyebutan nama dalam BAP tidak serta-merta menunjukkan seseorang bersalah. Penyidik masih harus melakukan pendalaman, pemeriksaan saksi, pencocokan alat bukti, hingga penetapan status hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Chromebook, Kerugian Negara Capai Rp1,9 Triliun

Karena itu, daftar yang beredar di media sosial harus dipandang sebagai informasi yang belum terverifikasi dan belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Kejagung Diminta Usut Tuntas

Kasus dugaan korupsi MBG menjadi perhatian besar karena program tersebut merupakan salah satu program prioritas nasional dengan anggaran ratusan triliun rupiah.
Untuk tahun 2026, anggaran program MBG mencapai ratusan triliun rupiah dan ditujukan untuk puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Kuota Haji: KPK Cegah Bos Maktour Fuad Hasan, Eks Menag Yaqut, dan Staf Khusus ke Luar Negeri

Masyarakat kini menunggu langkah Kejaksaan Agung untuk menelusuri seluruh pihak yang diduga menikmati aliran dana atau terlibat dalam pengaturan proyek, sebagaimana klaim yang disampaikan Sony Sonjaya melalui pengajuan Justice Collaborator.

Catatan Redaksi
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pengumuman resmi dari Kejaksaan Agung mengenai identitas 26 nama yang disebut dalam BAP Sony Sonjaya. Oleh karena itu, Terkinijambi.com tidak mempublikasikan daftar nama yang beredar di media sosial karena belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan fitnah terhadap pihak-pihak yang belum tentu terkait perkara hukum tersebut.

**(Tim Redaksi Terkinijambi.com)**

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025