Kejati Jambi Tahan Dua Tersangka Korupsi Lahan Jalan Ujung Jabung, Kerugian Negara Capai Rp11,6 Miliar

TerkiniJambi
Kedua tersangka masing-masing berinisial AS dan MD, yang memiliki peran strategis dalam proses pengadaan lahan pada periode 2019 hingga 2022.
Kedua tersangka masing-masing berinisial AS dan MD, yang memiliki peran strategis dalam proses pengadaan lahan pada periode 2019 hingga 2022.

“Ditemukan banyak data tanah yang tidak memiliki bukti kepemilikan yang sah dan tidak tercatat dengan jelas dalam daftar nominatif,” ungkap Husaini.

Data tersebut kemudian diserahkan kepada pihak penilai (KJPP) untuk menentukan besaran ganti rugi. Selanjutnya, pembayaran dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi kepada pihak-pihak yang hanya mengantongi surat keterangan penguasaan fisik tanah (sporadik).

Baca Juga :  Pabrik Galon Air Satu Lokasi dengan Kandang Babi di Jambi Disorot: Tim Terpadu Rapat, GAANK Desak Penutupan

Padahal, penerbitan sporadik tersebut diduga tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Nilai Pembayaran Membengkak

Dari hasil penyidikan, total pembayaran ganti rugi yang diajukan mencapai Rp55,6 miliar dalam kurun waktu 2020 hingga 2022, jauh melampaui estimasi awal.

Akibat perbuatan tersebut, negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp11.648.537.700.

Dijerat Pasal Tipikor

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 18, serta ketentuan pidana lainnya yang relevan.

Baca Juga :  Perang Bintang Golkar Jambi Memanas: Cek Endra vs. Agus Rubianto, Siapa Penguasa Beringin Selanjutnya?

Kejati Jambi menegaskan akan terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam praktik penyimpangan tersebut.

Editor Tim Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025