Harga Sawit Jambi Naik Periode 3 – 9 April 2026, TBS Tembus Rp3.902 per Kg

TerkiniJambi
Lonjakan harga TBS Sawit Jambi berpotensi meningkatkan daya beli petani serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah sentra perkebunan.
Lonjakan harga TBS Sawit Jambi berpotensi meningkatkan daya beli petani serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah sentra perkebunan.

JAMBI – Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kabar baik datang bagi petani kelapa sawit di Provinsi Jambi. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit resmi mengalami kenaikan signifikan pada periode awal April 2026.

Berdasarkan hasil penetapan harga oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS sawit untuk usia tanam 10–20 tahun naik sebesar Rp232,88 per kilogram, menjadi Rp3.902,66 per kilogram untuk periode 3–9 April 2026.

Kenaikan ini langsung disambut positif oleh petani, mengingat harga sawit sebelumnya sempat berfluktuasi.

Sementara itu, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.397,71 per kilogram. Sedangkan harga inti sawit (kernel) berada di angka Rp15.140,09 per kilogram dengan indeks K sebesar 93,63 persen.

Baca Juga :  Kembali Disorot, Oknum Ketua KTH Desa Londrang Diduga Jual Lahan Peruntukan Warga ke Pihak Luar

Penetapan harga tersebut diputuskan melalui rapat bersama di Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi.

Daftar Harga TBS Sawit Jambi (Periode 3–9 April 2026)

Berikut rincian harga TBS berdasarkan usia tanam:

  • Umur 3 tahun: Rp3.027,68/kg
  • Umur 4 tahun: Rp3.251,87/kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.399,99/kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.540,91/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.630,03/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.708,93/kg
  • Umur 9 tahun: Rp3.780,87/kg
  • Umur 10–20 tahun: Rp3.902,66/kg
  • Umur 21–24 tahun: Rp3.788,89/kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.621,76/kg

Selain TBS, harga minyak sawit mentah (CPO) juga ditetapkan sebesar Rp15.397,71 per kilogram. Sementara harga inti sawit (kernel) berada di angka Rp15.140,09 per kilogram dengan indeks K sebesar 93,63 persen.

Baca Juga :  Ketua PABPDSI Provinsi Jambi Alhusori, Mantapkan Kesiapan Dies Natalis BPD Se-Indonesia ke 26 Tahun 2025

Kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi petani sawit di Jambi, terutama setelah periode Lebaran yang identik dengan peningkatan kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Secara ekonomi, lonjakan harga TBS ini berpotensi meningkatkan daya beli petani serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah sentra perkebunan.

Namun demikian, stabilitas harga ke depan tetap menjadi perhatian, mengingat faktor global seperti harga CPO internasional dan dinamika pasar ekspor masih sangat mempengaruhi pergerakan harga sawit di tingkat petani.

Untuk saat ini, satu hal yang pasti: senyum petani sawit Jambi kembali merekah.

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025