Gurita Bisnis Aparat: Saat Seragam TNI–Polri Beririsan dengan Kepentingan Ekonomi

TerkiniJambi
Gambar Ilustrasi Gurita Bisnis Aparat Penegak Hukum ( dok Redaksi/Ist)
Gambar Ilustrasi Gurita Bisnis Aparat Penegak Hukum ( dok Redaksi/Ist)
  • Penegakan hukum berpotensi tidak netral
  • Ketimpangan akses terhadap sumber daya
  • Potensi intimidasi atau perlindungan kepentingan tertentu

Lemahnya pengawasan dan transparansi semakin memperbesar peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Polri dan Bayang-Bayang Ekonomi Rente

Fenomena ini tidak hanya menyentuh militer, tetapi juga institusi kepolisian. Dalam sejumlah kasus, oknum aparat disebut terlibat dalam pengamanan bisnis ilegal hingga praktik rente ekonomi.

Baca Juga :  Satgas PKH Telusuri 31 Perusahaan Diduga Berkontribusi pada Bencana Besar di Sumatera

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menggeser fungsi aparat dari pelindung masyarakat menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang sarat kepentingan.

Reformasi yang Masih Setengah Jalan

Lebih dari dua dekade pasca-reformasi, agenda pemisahan aparat dari bisnis masih menyisakan pekerjaan rumah besar.

Baca Juga :  UPDATE NEWS: BKN Resmi Umumkan Jadwal Pembekalan Peserta CPNS 2024, Ini Ketentuannya!

Penguatan pengawasan sipil, transparansi institusi, serta penegakan hukum internal menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai “gurita bisnis” tersebut.

Tanpa langkah tegas, fenomena ini bukan hanya persoalan internal institusi, melainkan ancaman serius bagi demokrasi dan keadilan hukum di Indonesia.


Redaksi: terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025