Indeks

Yang Sudah Tertakar Tak Akan Tertukar: Memahami Takdir, Ikhtiar, dan Ketetapan Allah

Ungkapan ini bukan sekadar kalimat penenang hati, melainkan mengandung makna mendalam yang selaras dengan ajaran Islam tentang takdir, rezeki, dan ikhtiar manusia ( gambar ilustrasi Redaksi ).
Ungkapan ini bukan sekadar kalimat penenang hati, melainkan mengandung makna mendalam yang selaras dengan ajaran Islam tentang takdir, rezeki, dan ikhtiar manusia ( gambar ilustrasi Redaksi ).

Dalam realitas sosial hari ini, pesan “yang sudah tertakar tak akan tertukar” menjadi pengingat moral di tengah berbagai ketimpangan yang terjadi. Jabatan, kekayaan, dan pengaruh tidak seharusnya diraih dengan mengorbankan hak orang lain. Sebab, apa yang bukan jatah seseorang, sekeras apa pun dipaksakan, tidak akan pernah membawa keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan.”

(HR. Tirmidzi)

Pada akhirnya, ungkapan ini mengajarkan satu prinsip penting dalam kehidupan: manusia diperintahkan untuk berusaha sebaik mungkin, namun juga diajarkan untuk menerima hasil dengan lapang dada. Apa yang menjadi milik kita akan sampai pada waktunya, dan apa yang bukan hak kita tidak akan pernah benar-benar menjadi milik kita.

Sebab dalam Islam, ketenangan hidup bukan terletak pada seberapa banyak yang dimiliki, melainkan pada keyakinan bahwa Allah Maha Adil dalam menetapkan takaran setiap hamba-Nya.

Editor Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025

Exit mobile version