JAMBI – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pembaruan harga terbaru, nilai jual sawit di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) kini mencapai Rp3.444 per kilogram, melanjutkan tren positif dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi sektor perkebunan sawit di Jambi. Namun demikian, harga yang diterima petani di lapangan tidak seragam karena ditentukan oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah umur tanaman sawit.
Di tingkat petani, harga TBS sawit umumnya masih berada di bawah harga pabrik. Selain dipengaruhi jarak kebun ke PKS dan sistem penjualan, perbedaan harga juga ditentukan oleh produktivitas dan kualitas buah berdasarkan usia tanam.
Daftar Harga TBS Sawit Berdasarkan Umur Tanam
| Umur Tanam Sawit | Harga TBS (Rp/Kg) |
|---|---|
| 3 Tahun | Rp2.700 |
| 4 Tahun | Rp2.900 |
| 5 Tahun | Rp3.050 |
| 6 Tahun | Rp3.150 |
| 7 – 8 Tahun | Rp3.250 |
| 9 – 10 Tahun | Rp3.300 |
| 11 – 20 Tahun | Rp3.350 |
| Di atas 20 Tahun | Rp3.200 |
*Harga di atas merupakan kisaran harga TBS sawit di tingkat petani dan dapat berbeda di setiap kabupaten/kota tergantung kualitas buah, sistem kemitraan, serta biaya angkut ke pabrik.
Kenaikan harga sawit ini turut dipengaruhi oleh stabilnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan ekspor. Kondisi pasokan buah dan faktor cuaca juga menjadi penentu utama dalam pembentukan harga.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat tata kelola niaga sawit, khususnya dalam memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan akses petani langsung ke pabrik, agar kenaikan harga tidak hanya dinikmati di tingkat industri, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh petani.
#terkinijambi.com
