SENGETI,- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi terus bergeliat. Pada Minggu (16/11/2025), Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.i melakukan kunjungan lapangan ke lokasi lomba di Kabupaten Muaro Jambi untuk melihat kesiapan kafilah sekaligus memberi semangat. Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., Si, Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, dan Sekretaris Daerah Budhi Hartono, S.Sos., M.T. mendampingi kunjungan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Abdullah Sani menyampaikan harapan agar seluruh kafilah merasa nyaman selama bermukim dan berlomba di Muaro Jambi.
“Kami ingin para peserta fokus bertanding tanpa terganggu urusan akomodasi atau fasilitas. Nyaman tinggal di sini artinya mereka bisa tampil maksimal,” ujar Wagub saat mengunjungi area penginapan kafilah.
Hasil pemantauan lapangan menurut Wagub menunjukkan bahwa penyelenggaraan berjalan rapi.
“Alhamdulillah, dari pengamatan tim, semua sudah tertata dengan baik. Tuan rumah juga telah melayani kafilah dari 11 kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi dengan baik,” tambahnya.
Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa keberhasilan kafilah bukan hanya soal gelar, tetapi juga membawa nama baik kabupaten. Ia berharap para peserta turun dengan semangat juang tinggi dan menjunjung sportifitas.
“Kami berharap setiap kafilah bertanding dengan segenap kemampuan sehingga membawa kebanggaan bagi daerah masing-masing,”
Pemerintah daerah menekankan peran MTQ sebagai bagian dari upaya memperkokoh nilai-nilai agama dan budaya. Sekda Budhi Hartono mengingatkan bahwa masyarakat Muaro Jambi memiliki tradisi adat dan adab yang kuat — modal sosial penting untuk membentuk generasi religius yang berintegritas.
“Nilai-nilai yang tertanam melalui kegiatan keagamaan seperti MTQ diharapkan menjadi perekat persatuan serta meningkatkan kualitas bacaan dan pengamalan Al-Qur’an di keluarga dan komunitas,” kata Sekda.
Penyelenggaraan MTQ tahun ini oleh Kabupaten Muaro Jambi mendapat perhatian penuh dari pemerintah provinsi. Selain sebagai arena lomba, MTQ juga menjadi moment bagi masyarakat untuk menunjukkan keramahan tuan rumah, menjaga keamanan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antar-kafilah.
