Sidang Umum PBB, Prabowo Kenang Kelamnya Penjajahan: Kami Dipersekusi Lebih Rendah dari Anjing

TerkiniJambi

“Kami diperlakukan lebih rendah dari anjing di tanah kami sendiri,” ujarnya dalam forum PBB, mengingatkan luka panjang yang masih membekas di ingatan kolektif bangsa.

Tak hanya merefleksikan masa lalu, Prabowo juga menghubungkannya dengan tantangan kontemporer seperti ketimpangan sosial dan diskriminasi. Ia menyerukan agar lembaga internasional, termasuk PBB, lebih aktif dalam menyelesaikan persoalan global yang selama ini mengganggu banyak negara, terutama Negara Berkembang.

Dalam aspek diplomasi kontemporer, Prabowo juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap **solusi dua negara** bagi konflik Israel dan Palestina:

“Kita harus mengakui Palestina sekarang… Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan.”

Baca Juga :  Zohran Mamdani Jawab Serangan Trump: Pemilihan Wali Kota New York Jadi Ujian Demokrasi Amerika

Relevansi Politik & Pesan Diplomatik

Pidato ini muncul berbarengan dengan keterlibatan Indonesia dalam diplomasi konflik global, terutama konflik Timur Tengah. Dengan mengaitkan sejarah nasional ke ranah diplomasi internasional, Prabowo memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menolak penjajahan dalam segala bentuk—baik masa lampau maupun dalam bentuk modern hari ini.

Baca Juga :  Hari Ini : Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto

Pidato Prabowo juga diiringi dengan pertemuan bilateral antara dirinya dan Sekjen PBB, membahas sinergi untuk menghadapi tantangan global. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyatakan komitmen untuk mendukung sistem multilateral dan memperkuat kerja sama internasional.

Bagi Indonesia, kehadiran di forum PBB menjadi momentum untuk menyuarakan aspirasi Global South agar diperhatikan dalam penataan tata kelola dunia yang lebih adil dan inklusif.

Editor Redaksi @terkinijambi.com

Nomor TDPSE : 023714.1/DJAI.PSE/05/2025