TUNISIA,TerkiniJambi.Com -Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman tegas dari pemerintah Israel. Sementara penyelenggara menyatakan misi itu murni kemanusiaan, otoritas Israel menegaskan haknya untuk menjaga keamanan dan kedaulatan nasional.
Cuaca, kerusakan teknis, namun tekad tetap
Beberapa kapal dilaporkan kembali ke Barcelona akibat gelombang tinggi dan kerusakan mesin. Meski demikian, lebih dari 20 kapal berhasil melanjutkan rute menuju Tunisia untuk bergabung dengan armada tambahan sebelum menuju perairan Gaza. Organisasi penyelenggara menyatakan bantuan yang dibawa meliputi bahan pangan, obat-obatan, dan pasokan air bersih untuk warga sipil di Gaza.
Ancaman dari pemerintah Israel
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan pihak berwenang akan menindak langkah yang dinilai mengancam kedaulatan negara, termasuk kemungkinan menyita kapal dan menahan peserta yang dianggap melanggar hukum. Dalam pernyataannya, pemerintah Israel menegaskan prioritasnya untuk menjaga keamanan maritim dan mencegah barang atau tindakan yang dapat memperkuat kelompok bersenjata di Gaza.
“Setiap tindakan yang mengancam kedaulatan atau keselamatan warga Israel akan ditindak tegas,” kata pernyataan pejabat keamanan Israel.
Respons flotilla dan pengamat internasional
Penyelenggara Global Sumud Flotilla mengecam rencana penyitaan dan kriminalisasi aktivis, menyebut misi tersebut sebagai upaya kemanusiaan yang sah menurut hukum internasional. Mereka menilai ancaman semacam itu merupakan bentuk intimidasi yang menghambat bantuan bagi warga sipil yang mengalami penderitaan panjang.
“Misi ini bersifat kemanusiaan, sah, dan tidak bisa dihentikan oleh ancaman politik,” ujar juru bicara flotilla.





